Minggu, 28 April 2013

TOEFL



Berikut ini beberapa contoh soal dan pembahasan dalam tes toefl

1. There were __________ federal laws regulating mining practice until 1872
A. none
B. not
C. no
D. nor
Answer : C (one)
The adjective no is needed before the noun phrase federal laws

 2. Martha Graham, ______________ of the pioneers of modern dance, didn’t begin dancing until she was 21.
A.  who, as one
B. she was
C.  one
D. was one
Answer : C (one)
The only choice that correctly ccompletes this sentences is an appositive.

3. Tiger moths ____________ wings marked with stripes or sports.
A. have
B. with
C. their
D. whose
Answer : A (have)
A verb is required to complete the sentence

4. Most of Annie Jump Cannon’s career as an astronomer involved the observation, classification, and _________________________
A. she analyzed stars
B. the stars analysis
C. stars were analyzed
D. analysis of stars
Answer : D (analysis of stars)
For parallesism, anoun phrase is required

5. __________ experimental studies of the
aging process, psychologist Ross McFarland
determined that people could work
productively much longer than had
previously been thought.
A. In that
B. Through
D. Since
D. Into
Answer : B (Through)
 This sentence can be correctly completed only with an introductory prepositional phrase (Through experimental studies).

6. In 1791, Quebec was divided into two
sections, Upper Canada and Lower Canada,
_____________ were ruled by elected
assemblies.
A. they both
B. both of them
C. in which both
D. both of which
Answer : D (both of which)
 This choice correctly follows the pattern quantifier + of + relative pronoun.

7. At the Seventh International Ballet Competitions, Fernando Bujones won the first gold medal ever _________ to a United States male dancer.
A. To be awarded
B. To awards
C. That awards
D. Should be awarding
Answer : (A) to be awarded
Grammar : infinitive

8. Those students do not like to read novels _______________ text books.
A. In any case
B. Forgetting about
C. Leaving out the questions
D. Much less
Answer : (D) much less
Grammar : clause of contrast

9. Not only ____________________ places of
beauty, but they also serve scientific and
educational purposes as well.
A. are botanical gardens
B. botanical gardens to be
C. botanical gardens are
D. to be botanical gardens
Answer : A (are botanical gardens)
 A main verb, such as are, is required to complete the clause (to be is not a main verb), and the subject and verb must be inverted because the clause begins with the negative phrase not only.

10. The French Quarter is the most famous and the most old section of New Orleans.
                                       A              B                       C                             D
Answer : C (most old)
 The superlative form of a one-syllable adjective (old) is formed with the suffix -est: oldest.

11. The first recorded  use of natural gas to light  street lamp it was in the town of Frederick New York in 1825   A                                    B                             C              D
Answew : B (it was)
The use of the pronoun subject it is unnecessary, it should be omitted

12. Many communities are dependent on
groundwater __________ from wells for
their water supply.
A. that obtained
B. obtained
C. is obtained
D. obtain it
Answer : B (obtained)
 The only correct way to complete this sentence is with a participle (obtained really means which is obtained).

13. Anthropologists assert that many of the early Native Americans who lived on the Plains did not engage in planting crops but   to hunt, living  primarily on buffalo meat.
A. But
B. To hunt
C. Living
D. Primarily
Answer : B (to hunt)
 Ideas after exclusives should be expressed by parallel structures. “To hunt” should be “in hunting” to provide for parallelism with the phrase in planting.
14.  To generate income, magazine publishers must decide wheter to increase the sub-scription price or ____
A. To sell advertising
B. If they should sell advertising
C. Seliing advertising
D. Sold advertising
Answer : A ( to sell advertising)
Ideas in a series should expressed by parallel structures. Only “to sell” in choice (A) provides for parallelism with the infinitive “to increase”. Choices (B), (C), and (D) are not parallel.
15. Typical of the grassland dwellers of the continent __________, or pronghorn.
A. It is the America antelope
B. The American antelope is
C. Is the American antelope
D. The American antelope
Answer: C ( is the American antelope)
Test points: inverted sentences.
Analysis: Typical of the sentence on the beginning of a sentence, use inverted sentences. Typical of … the phrase is predicative linking verb + subject structure should be selected answers
 


 Sumber :


Nama : I Made Wahyudi Subrata
NPM ; 23210346
Kelas : 3EB10

Jumat, 29 Maret 2013

TENSES

1. PRESENT TENSE
Dalam bahasa Inggris Present Tense atau Simple Present Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa atau kejadian, kegiatan, aktivitas dan sebagainya yang terjadi saat ini. Present Tense juga digunakan untuk menyatakan suatu Fakta, atau sesuatu yang tejadi berulang-ulang dimasa KINI. Ingat, PRESENT artinya adalah kini, sekarang. Rumusnya:
-Positif: S + V1 (s/es)
-Negatif: S + DO/DOES + NOT + V1
-Tanya: DO/DOES + S + V1
Contoh Kalimat:
1.I drink coffee
2.She don't drinks coffee
3.Does we drink coffee?

2. Present Continuous Tense
Present Continuous Tense digunakan untuk menyatakan suatu yang sedang terjadi saat ini, sedang berlangsung saat ini. Misalnya: Saya sedang menulis sekarang, Anda saat ini sedang membaca pelajaran Present Continuous Tense yang saya tulis, Saya sedang jatuh cinta, dsb. Rumusnya:
-Positif: S + Tobe + Ving
-Negatif: S + Tobe+ Not+ Ving
-Tanya: Tobe + S + Ving
Contoh Kalimat:
1.I am writing now
2.She is not watching tv
3. Is Roby studying?
 
 
3. Present Perfect Tense
Present Perfect Tense menekankan pada PERFECT nya itu. Perfect kan artinya “sempurna”. sempurna yang berarti “selesai, sudah, beres, baru saja usai, dsb”. Jadi, kalau Anda menekankan pada “SUDAH” nya itu maka gunakanlah Present Perfect Tense ini. Rumusnya Present Perfect Tense begini:
-Positif: S + have/has + V3
-Negatif: S + have/has Not + V3
-Tanya: Have/has + S + V3
Contoh Kalimat:
1.She has gone
2.I haven't seen yesterday
3.Have you read my letter?
 
 
4. Present Perfect Continuous Tense
Tenses ini digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang SUDAH terjadi dan MASIH berlangsung bahkan sangat mungkin AKAN berlanjut. Dari dulu hingga kini bahkan nanti. Kata “sudah” atau “dari dulu” disini bisa saja waktunya kemarin, 2 jam lalu, se-abad lalu, bisa juga beberapa menit yang lalu. Rumus Present Perfect Continuous Tense
-Positif: S + have/has + been + Ving
-Negatif: S + have/has + not + been + Ving
-Tanya: Have/has + S + been + Ving
contoh Kalimat
1.I have been living here for 2 years.
2.She hasn't been waiting for 2 hour, but 4 hour
3.Have you been waiting for me?
 
5. Past Tense
Inti dari Past Tense adalah untuk menyatakan peristiwa yang telah “Lampau”. Lampau disini tak harus sudah lama-lama amat juga, pokoknya sudah berlalu, sudah lewat. Itulah penekanannya. Mungkin kemarin, satu jam lalu, 2 tahun lalu, 2 abad yang lalu, dan sebagainya. Semua itu sudah “Past”. Rumus Past Tense:
-Positif: S + V2
-Negatif: S + did not + V1
-Tanya: Did + S + V1
Contoh Kalimat:
1.I launched this blog on july 14th 2009
2.she didn't came here
3.Did you hungry?
 
 
6. Past Continuous Tense
Past Continuous Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa yang SEDANG TERJADI juga, tetapi sedang terjadi sekarang, melainkan sedang terjadi tetapi DULU, tetapi sudah lewat. Contohnya gini:
Kemarin teman saya datang ke rumah saya, gedor-gedor pintu, tetapi nda ada yang buka. Padahal saya ada di rumah, tetapi saat itu tuh “Saya sedang tidur!”. Kapan sedang tidurnya? Kemarin, saat teman saya itu datang. Bukan sekarang kan? Tetapi sedang loh! Itulah Past Continuous Tense.
Rumus Past Continuous Tense
-Positif: S + was/were + Ving
-Negatif: S + was/were + NOT + Ving
-Tanya: Was/Were + S + Ving
Contoh kalimat:
1.I was sleeping when my friend came to my house yesterday
2.They were not playing together again
3.Were you studying when Tina to your home?
 
7. Past Perfect Tense
PAST Perfect Tense adalah bentuk lampau (Past) dari Present Perfect Tense itu, makanya disebut Past Perfect Tense, sama-sama Perfectnya! Rumus Past Perfect Tense
-Positif: S + had + V3
-Negatif: S + had + not + V3
-Tanya: Had + S + V3
Contoh kejadiannya seperti ini:
“Kemarin Dia berangkat ke rumahku pagi-pagi bener, tetapi waktu ia sampai eh saya SUDAH pergi”. Tuh, lihatlah SUDAH perginya itu kan Perfect. Anda ingat pelajaran tentang Present Perfect Tense bahwa SUDAH itu adalah ciri-cirinya. Hanya saja SUDAH nya itu adalah kemarin (lampau). Itulah mengapa dalam kejadian ini kita menggunakan Past Perfect Tense.
Contoh kalimat:
1.I had gone When He arrived at my home
2.You had not read my letter
3.Had you written this letter?
 
 
 
Name : I Made Wahyudi Subrata
Class : 3EB10
NPM : 2321034
 
8. Past Perfect Continuous Tense
Contoh peristiwanya begini:
Kemarin teman saya datang ke rumah saya, ketika itu saya sedang memperbaiki kulkas. Waktu dia sampai saya sudah mulai kerja, dan saya lanjutkan pekerjaan tersebut sambil ngobrol sama dia. Untuk menyatakan kejadian “membetulkan kulkas” tersebut kita gunakan Past Perfect Continuous Tense. Rumus Past Perfect Continuous Tense
-Positif: S + had + been + Ving
-Negatif: S + had + not + been + Ving
-Tanya: Had + S + been + Ving
Contoh kalimat:
1.I had been repairing freezer when my friend came to my house
2.
3.
 
 
9. Future Tense
Yang akan datang.. Rumus Future Tense
-Positif: S + will + V1
-Negatif: S + will + not + V1
-Tanya: Will + S + V1
Contoh Kalimat:
1.I will study
2.You will  not swim
3.Will they visit Tokyo?
10. Future Continuous Tense
Contohnya begini:
Anda telepon saya dan bilang mau ke rumah saya jam 9 besok. Wah saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang itu 8:30 sampai 10:00. Jadi jam 9 besok itu sedang renang kan? kapan renangnya? besok!. Itulah arti “sedang tetapi akan” ini. Sekarang Anda faham 100 persen kan? Dalam hal ini kita gunakan Future Continuous Tense ya: “I will be swimming at 9 tomorrow, You may not meet me at home”. Rumus Future Continuous Tense
-Positif: S + will + be + Ving
-Negatif: S + will not + be + Ving
-Tanya: Will + S + be + Ving
Contoh kalimat:
1.I will be swimming at 9 o’clok tomorrow
2.You will not be swimming if today rainy
3.Will Tony be crying again today?
 
 
11. Future Perfect Tense
Ini contoh kasusnya:
Anda telepon saya dan bilang mau ke rumah saya jam 9 besok. Wah saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang itu 8:30 sampai 10:00. Jadi jam 9 besok itu sedang renang kan? kapan renangnya? besok!.
Dari kejadian di atas, kalo jam 11 kan saya SUDAH AKAN SELESAI berenang kan? Nah, kalo jam 11 besok saya sudah akan selesai berenang. Itulah yang saya maksud dengan SUDAH AKAN ini, Future Perfect Tense: “I will have swum”. Rumus Future Perfect Tense
-Positif: S + will + have + V3
-Negatif: S + will + not + have + V3
-Tanya: Will + S + have + V3
Contoh Kalimat:
1.I will have swum at 11 tomorrow
2.They will not have slept before the movie end
3.Will you have written your homework
  
12. Future Perfect Continuous Tense
Contoh kasus Future Perfect Continuous Tense Anda telepon saya dan bilang mau ke rumah saya jam 9 besok. Wah saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang itu 8:30 sampai 10:00. Jadi jam 9 besok itu sedang renang kan? kapan renangnya? besok!.
Dapat saya katakan bahwa jam 9 besok saya sudah akan sedang berenang selama 30 menit.
Besok toh? Yes, kan future.
Jam 9 Sudah mulai toh? Yes, kan mulainya jam 8:30
Masiah akan terus kan? Yes, kan jadwalnya sampai jam 10:00.
Sudah, sedang, akan, di masa datang! Itulah inti dari Future Perfect Tense!.
Rumus Future Perfect Continuous Tense
-Positif: S + will + have + been + Ving
-Negatif: S + will + not + have + been + Ving
-Tanya: Will + S + have + been + Ving
Contoh Klaimat;
1.I will have been studying English for 4 year
2.She will not have been playing ,if she have homework
3.Will they have been waiting for me? 

13. Past Future Tense
Contoh Kasus berikut ini:
Kemarin teman saya datang ke rumah pagi-pagi jam 7. Terpaksa deh hanya ngobrol sebentar di rumah, karena waktunya mepet banget, waktu itu “saya akan pergi kerja”. Rumus Past Future Tense
-Positif: S + would + V1
-Negatif: S + would + not + V1
-Tanya: Would + S + V1
Past-nya dimana? Will jadi Would.
Contoh klimat:
1.I would came there
2.he would not read book before the cinema end
3Would you came here? 
 
14. Past Future Continuous Tense
Contoh kasus:
Kemarin ya, teman saya bilang mau ke rumah saya jam 9. Ingat, ini kemarin. Wah waktu itu saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang kemarin itu 8:30 sampai 10:00. Jadi jam 9 kemarin akan sedang renang kan? kapan renangnya? kemarin!. Itulah arti “sedang tetapi dulu” ini. Sekarang Anda faham 100 persen kan? Dalam hal ini kita gunakan Past Future Continuous Tense ya: “I would be swimming at 9 yesterday, makanya tak bisa terima tamu tuh kemarin”. Rumus Past Future Continuous Tense
-Positif: S + would + be + Ving
-Negatif: S + would + not + be + Ving
-Tanya: Would + S + be + Ving
Contoh kalimat:
1.I would be swimming at 9 yesterday.
2.he would not  be drinking milk again
3.would you be swimming today? 
 
 
15. Past Future Perfect Tense
Contoh kasus:
Kemarin ya, teman saya telepon dan katanya mau ke rumah saya jam 9. Ingat, ini kemarin. Wah waktu itu saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang kemarin itu 8:30 sampai 10:00. Tetapi kalau jam 11 boleh. Karena jam 11 itu saya AKAN SUDAH berenang. Kapan akan sudah itu? kemarin, Past. Dalam situasi ini kita gunakan Past Future . Rumus Past Future Prefect Tense
-Positif: S + would + have + V3
-Negatif: S + would + not + have + V3
-Tanya: Would + S + have + V3
Contoh Kalimat:
1. I would have swum at 11 yesterday
2.
3.

16. Past Future Perfect Continuous Tense
Rumus Past Future Perfect Continuous Tense
-Positif: S + would + have + been + Ving
-Negatif: S + would + not + have + been + Ving
-Tanya: Would + S + have + been + Ving Kisahnya begini nih:
Waktu Anda telepon saya jam 9 pagi kemarin itu, saya telah berenang selama 30 menit loh, dan masih terus berenang lagi beberapa waktu setelah itu.
Contoh kalimat:
1.I would have been swimming for 30 minutes When You called me yesterday.






Name : I Made Wahyudi Subrata
Class : 3EB10
NPM : 23210346

Refrensi : http://panghaidar.wordpress.com/2012/01/16/rumus-tenses/

Jumat, 15 Februari 2013

Potensi Mobil Listrik (BI-01-SS-2013)


Prototip motor listrik PT Pindad (Persero) direncanakan akan jadi awal tahun depan. Kemudian BUMN di bidang industri strategis ini akan mulai membuat desain motor listrik untuk produksi masal 10.000 unit pada pertengahan tahun depan. Itulah rencana Pindad sebagaimana disaimpaikan Direktur Utama PT Pindad (Persero) Adik A. Soedarsono kepada tim Warta Ekonomi yang mewawancarainya, belum lama ini di kantor Pindad di Jakarta.
Adik menambahkan bahwa nantinya motor listrik buatan Pindad ini akan dicangkokkan dalam mobil listrik nasional. Dia juga menekankan pentingnya pemberian insentif buat mobil listrik ini jika nantinya mobil listrik akan mulai dipasarkan, agar mobil ini dapat bersaing dengan mobil listrik buatan luar dan mobil berbahan bakar minyak. Berikut ini petikan wawancaranya:


Bagaimana kesiapan PT Pindad dalam proyek mobil listrik nasional?
Kami memang bukan industri otomotif, walau Pindad pernah diinstruksikan untuk membuat mobil Maleo tahun 1980-an. Sayangnya, proyek ini kandas. Jadi, sebenarnya dalam cikal bakal industri mobil nasional, kami sudah terlibat, tapi belum sempat produksi.
Tahun 1983 ketika Pindad masuk ke Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS), kami pernah dimodali untuk tidak hanya membuat senjata, tetapi juga untuk membuat generator listrik. Sehingga, pada saat Pindad tidak menjual senjata, ia bisa menjual generator listrik Ada sekitar 200 lebih generator listrik kelas 5 megawatt di Indonesia adalah buatan Pindad. Motor-motor listrik di kereta listrik (KRL) adalah buatan Pindad, begitu juga remnya.
Namun, tahun 2009 konsep BPIS gugur dan kami kembali lebih fokus ke pembuatan senjata. Jadi, sebenarnya Pindad sudah cukup lama punya catatan sejarah bermain di bidang kelistrikan. Bukan tiba-tiba. Artinya, secara ide, kami sudah tahu bagaimana membuat motor listrik. Bahkan, dahulu motor listrik yang kami buat digunakan untuk menggerakkan gerbong kereta seberat 600 kilogram, sehingga kalau sekarang diminta membuat motor listrik yang bisa menggerakkan kendaraaan 15 kilogram, semestinya tidak sulit. Biasanya yang gede-gede, sekarang yang kecil-kecil. Kami dapat suntikan teknologi juga, sehingga begitu diberitahu sedikit, kami bisa langsung jalan cepat. Untuk mengurus ini, kami membentuk tim yang beranggotakan sekitar 10 orang.


Apa saja tantangan yang dihadapi dalam memproduksi motor listrik untuk mobil listrik ini?
Pertama, sebelumnya kami memproduksi motor untuk kereta api sehingga ukuran motornya tidak menjadi masalah, tetapi kalau untuk mobil, harus kecil-kecil ukurannya. Kedua, soal efisiensi. Ketiga, dari sisi harga. Kami biasanya membuat motor yang harganya hingga Rp1 miliar, sekarang kami harus membuat motor listrik untuk mobil yang harganya hanya sekitar Rp15-Rp25 juta. Solusinya, kami harus melakukan produksi massal. Jadi, langsung membuat 50.000 atau 100.000 unit untuk menurunkan biaya produksinya.


Jadi, sudah ada target produksinya?
Sudah. Sekarang target kami rancang 10.000 unit per tahun. Jadi sekarang kita setting ini untuk 10.000. Semoga tahun depan terlaksana. Kami diberi waktu dua tahun oleh Presiden ketika itu. Jadi, kami masih punya waktu satu tahun, kalau terlambat.
Sekarang yang mesti dibuktikan bahwa motor buatan kami itu sudah bisa diterima atau tidak oleh industri mobil listrik. Kami sudah punya prototipnya dan mereka pakai untuk diuji dan disempurnakan. Secara perencanaan, kami memiliki tiga tahap siklus: membuat prototip, mereka pakai, diuji, lalu kami perbaiki, dan kemudian kami tawarkan  kembali. Kalau sudah final, maka berarti sudah bisa untuk komersial.


Benarkah untuk membuat prototipnya, Pindad menghabiskan dana hingga di atas Rp500 juta?
Itu untuk investasinya, termasuk untuk alat memproduksinya. Tapi, kalau dari bahannya sendiri, seperti harga chasing, ukuran barangnya, dan ongkos permesinannya kami hitung-hitung Rp50 juta. Jadi,  itu bukan harga motor listriknya, tapi sudah sekalian untuk biaya riset dan lain-lainnya.


Jadi, berapa besar dana yang dibutuhkan untuk membuat prototip motor  listriknya?
Sekitar Rp1,9 miliar. Prototip ini terus kami sempurnakan agar bisa diterima pasar. Bila sudah didapat, maka akan kami produksi masal motor listrik itu dengan kapasitas 10.000 unit tahun depan. Mudah-mudahan bulan Januari kami sudah bisa tentukan cara produksi masalnya sesuai nilai investasinya. Target 10.000 unit lebih merupakan angka politik yang datang dari Pak Dahlan.


Berapa besar nilai investasi untuk produksi masal 10.000 motor listrik itu?
Sekitar Rp35 miliar. Setelah kami dapat angka acuan produksi 10.000, kami perkirakan mesin yang dibutuhkan dan ongkos produksinya. Begitu prototip didapat, maka untuk memproduksi masal, perlu ditentukan mesin produksinya. Karena untuk membuat dalam jumlah 10.000 unit dengan 100.000 unit, berbeda-beda jenis mesinnya.


Selain Pindad dan PLN, BUMN lain yang diundang ikut proyek ini?
Yang pertama diundang Pindad karena kami punya sejarah membuat motor listrik, generator, dan sebagainya. Akhirnya, penugasan ke Pindad, tetapi kami tidak bisa membuat sendiri. Kami harus membuat konsorsiumnya. Lalu kami bersama-sama tanda tangan di depan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Disitu ada PT LEN, PT INTI, PT Krakatau Steel. Jadi, ada beberapa industri lain yang kami ajak, tetapi kalau yang mendapat surat perintahnya hanya Pindad.


Anda optimistis dengan proyek ini?
Ya saya harus optimistis, walaupun ini sudah lewat dari jadwal karena sekarang sudah masuk bulan November. Prototip pertamanya belum begitu sukses karena mengalami problem overheating. Prototip kedua belum keluar apa masalahnya. Prototip ini kami targetkan selesai Januari tahun depan. Baru setelah itu, kami masuk ke desain produksi masal.


Untuk produksi baterainya, benarkah  Pindad telah bekerja sama dengan PT Nipress?
Jadi, waktu kami dapat penugasan untuk membangun industri motor listrik, target utamanya sekarang motor itu digunakan untuk mobil listrik, padahal mobil listrik mengandung banyak komponen, sehingga kami memutuskan membangun konsorsium, yang memasok mulai dari bateri hingga panel display-nya. Jadi, waktu itu, ada enam perusahaan yang akan mendukung industri mobil listrik. Disitu Pindad dituakan dan diangkat sebagai pimpinannya.


Menurut Anda, sebenarnya seperti apa rencana pemerintah terhadap proyek mobil listrik ini?
Pendapat saya, ini baru pada tahap kebijakan politik. Baru keinginan politik, tapi belum sampai ke kondisi pasar  yang berdampak kepada industri ini. Karena jangankan di Indonesia, di Amerika saja yang bebas, industri mobil listrik itu dibunuh oleh industri mobil bensin. Karena itu, kalau mobil listrik ini berjaya, industri mobil bensin akan tewas.
Di Indonesia, bukan hanya dari segi bisnisnya saja yang kurang kondusif untuk mobil listrik, tetapi juga dari segi kebijakannya. Karena, selama bensin seharga Rp4.500 per liter, maka tidak ada alternatif yang bisa melawan. Satu disubsidi, yang lain tidak. Jelas, energi alternatif ini tidak akan bisa bersaing.
Tapi, kalau bensin itu mahal, yang lain bisa muncul sebagai alternatif. Misalkan harga bensin naik dari Rp4.500 menjadi Rp9.000, maka kalau memakai mobil listrik mungkin cuma Rp8.500. Itu bisa. Tapi, kalau sekarang harga bensin Rp4.500, maka itu berat disaingi. Oleh karena Rp4.500 itu memang kondisi politik atau diatur secara politik. Akhirnya memang tidak berkembang industri biofuel dan sebagainya.
Buat kami sebenarnya juga tidak masalah. Kalaupun nanti kami tidak berhasil di mobil listrik ini, nanti bisa kami pakai untuk generator mikrohidro. Jadi, motor listrik yang kami buat tidak hanya bisa dipakai untuk mobil listrik. Motor listrik bila diberi listrik menghasilkan putaran, sebaliknya bila diberi putaran akan menghasilkan listrik.
Jadi, ini tetap kami jalankan.


Berapa besar pengorbanannya bagi Pindad?
Karena kami diperbolehkan menggunakan laba kami untuk ini, ya kami jalankan. Karena ini perintah dari kantor Kementerian BUMN. Saya sudah menjelaskan ke Menteri BUMN, bahwa kalau kami menjalankan proyek ini, biayanya akan sekian dan kami dipersilakan memakai laba kami untuk ini.
Waktu itu saya ajukan biayanya sekitar Rp1,5 miliar – Rp2 miliar. Saya ajukan proposal biaya yang diperlukan untuk membuat prototipnya sebesar itu dan diizinkan. Karena diizinkan, kami jalankan. Kalau kemudian kami merugi karena ini, kami tinggal memberitahukan bahwa ini sesuai perintah Menteri BUMN untuk mengembangkan ini, meskipun pasarnya kami juga belum tahu persis. Sebab, biasanya kalau kita mengembangkan sesuatu, pasti kami akan ketahui berapa besar pendapatan yang kami peroleh. Misalnya, kalau kami hendak meneruskan membuat panser Anoa, kami bisa menghitung berapa biaya produksinya, harga jual, dan target pasarnya sehingga kami berani investasi.Untuk proyek ini, kami belum jelas, tetapi tetap kami jalankan sebagai kontribusi Pindad bagi masyarakat Indonesia.
Jadi, sekarang saya sarankan harus ada insentif. Jangan BBM premium yang merusak lingkungan diberi insentif, sementara energi lain dibiarkan berdarah-darah. Yang gas saja tidak bisa kompetitif selama BBM premium masih Rp4.500 per liter. Untuk apa susah-susah memikirkan ini bila harga bensin masih Rp4.500.


Bagaimana perbandingannya penggunaan bensin dengan mobil listrik pada kilometer yang sama?
Ini pasti lebih murah, bila harga bensin bukan Rp4.500. Lihat saja pembangkit listrik, yang bila dibangkitkan dengan air, dia bisa per Rp600, sementara dengan tenaga diesel bisa Rp3.000. Jadi, lebih murah tiga kali lipat.
Contoh lain, ketika jalanan macet, mobil bensin pasti menghabiskan energi. Sementara, kalau mobil listrik tidak. Begitu mobil berhenti, pasokan listrik dari aki berhenti dan baru tersambung lagi ketika mobil jalan lagi. Jadi, kemacetan bukan hanya menghabiskan waktu, tetapi juga menimbulan kerugian besar bila menggunakan mobil bensin.
Memang perlu insentif untuk energi alternatif ini. Misalnya di Eropa, orang yang memakai solar cell di rumahnya, mungkin mahal sewaktu membeli alatnya, tetapi kalau orang memakai itu, ia mendapatkan insentif pengurangan pajak penghasilan.
Saya katakan ini masih merupakan kebijakan politik, bukan berarti saya menentang kebijakan Menteri BUMN. Kalau saya melawan, tidak saya jalankan proyek ini. Ini justru saya loyal kepadanya dan oleh karena itu kami keluarkan dana dalam proyek ini. Jadi, saya katakan ini bukan untuk melawan pimpinan, tetapi bagaimana supaya bisnis mobil listrik ini dapat berkembang.


Awalnya grand design Dahlan Iskan seperti apa untuk mobil listrik?
Grand design mobil listrik dalam aplikasinya diusahakan bisa untuk perjalanan jarak dekat. Kalau untuk jarak jauh terbentur masalah storage yang mahal. Untuk mobil bensin, gampang, tinggal dibesarkan ukuran tangkinya. Kalau mobil listrik, berarti akinya harus dibuat lebih besar dan ini mahal. Tetapi, kalau untuk jarak dekat, misalnya dengan gaya hidup ke kantor atau supermarket hanya 15 menit, mobil listrik cocok.  Yang mau dikembangkan Pak Dahlan seperti itu, yaitu konsep mobil listrik untuk jarak dekat dan kemana-mana bisa di-charge baterainya, seperti di kantor atau supermarket, sehingga ukuran baterainya tidak perlu besar.


Insentif apa yang dibutuhkan sehingga proyek ini masuk akal secara bisnis?
Kami di sini sebagai tier 2, bukan tier 1. Kami bukan integrator seperti yang di Depok atau Yogyakarta. Kalau itu, tier 1. Saat ini mereka membeli motor listriknya dari luar negeri. Nanti, kami harus suplai ke mereka. Kami sudah mengadakan pertemuan dengan mereka untuk menanyakan detil kebutuhan motor listriknya. Untuk sementara, target alokasi bujet pembelian motor ini sekitar Rp25 juta per unit, walau sebenarnya yang paling kompetitif Rp15 juta.
Insentif yang kami butuhkan jelas bila mobil listrik ini bakal dibeli sehingga kalau mau membangun mobil listrik dan membutuhkan motor listriknya, mereka membelinya dari kami. Tapi, sebagai rencana cadangan, kalau motor kami itu tidak jadi untuk membuat mobil listrik, ya kami alihkan untuk dibuat sebagai generator listrik yang menghasilkan listrik. Ini bisa untuk pembangkit listrik mikro hidro yang potensial digunakan di Indonesia.


Insentif lain?
Mobil listrik ini harus bisa bersaing dengan mobil bensin. Harga operation cost-nya harus kompetitif.  Sebagai pelaku industri, kami tidak bisa memaksa masyarakat membeli mobil listrik atau hanya dengan himbauan demi cinta lingkungan dan juga kalau mau sukses, harga mobilnya harus bisa lebih bersaing dengan mobil bensin. Di Jepang saja, harga mobil hibrid sudah seperti harga mobil bensin biasa. Jadi, insentif ke masyarakat mungkin juga harus diperhatikan. Bentuknya bisa macam-macam. Misalkan, untuk boleh masuk ke jalan tertentu hanya mobil listrik yang boleh lewat atau disinsentif bahwa orang yang memiliki mobil bensin lebih dari satu dikenakan biaya penalti.
Bagi saya, secara konservatif, mungkin tahapannya tidak bisa langsung ke mobil listrik. Urutannya mungkin menggunakan gas dahulu. Selain harganya lebih bisa bersaing, emisi karbonnya juga lebih rendah. Sehingga lebih mampu menyelamatkan lingkungan. Kalau memakai gas sudah lancar, masuk ke tahap berbahan bakar gas yang hibrid.
Lalu, mungkin sasarannya lebih baik bis umum terlebih dahulu yang menggunakan listrik. Bis umum di beberapa negara sudah menggunakan listrik. Bis umum di Indonesia  sudah menggunakan gas. Ini bagus. Baru kemudian bis berbahan bakar gas ini didorong menggunakan tenaga hibrid atau juga menggunakan listrik. Bis ini tidak perlu bawa aki berukuran besar, tetapi bisa membawa generator, sehingga ketika listrik baterainya habis, baterai itu bisa di-charge dengan generator itu. Jadi, mungkin perlu kebijakan yang bertahap dan pada akhirnya teknologi yang kita kuasai juga akan semakin berkembang dan kompetitif.


Courtesy :
(redaksi@wartaekonomi.com)
Sumber: Warta Ekonomi No 24/2012

 Refrensi :


Nama : I Made Wahyudi subrata
NPM : 23210346
Kelas : 3EB10