Sabtu, 19 Februari 2011

Pengertian Sistem Ekonomi Dan Sejarah Perkembangan Sistem Ekonomii di Indonesia

1. Pengertian Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi merupakan cabang ilmu ekonomi yang membahas persoalan pengambilan keputusan dalam kegiatan ekonomi untuk menjawab persoalan-persoalan ekonomi untuk mewujudkan tujuan nasional suatu negara. Menurut Dumairy (1966), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suat tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak.
Sistem ekonomi merupakan bagian dari kesatuan ideologi kehidupan masyarakat di suatu negara.Pada negara-negara yang berideologi politik leiberalisme dengan rezim pemerintahan yang demokratis, pada umumnya menganut ideologi ekonomi kapitalisme dengan pengelolaan ekonomi yang berlandaskan pada mekanisme pasar. Di negara-negara ini penyelenggara kenegaraannya cendrung bersifat etatis dengan struktur birokrasi yang sentralistis. Sistem ekonomi suatu negara dikatakan bersifat khas sehingga dibedakan dari sistem ekonomi yang berlaku atau diterapkan di negara lain berdasarkan beberapa sudut tinjauan seperti :
1.                 Sistem pemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
2.                 Keluwesan masyarakat untuk saling berkompetisi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya.
3.                 Kadara peranan pemerintah dalam mengatur,mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya.
Sistem ekonomi dapat berfungsi sebagai :
1.     Sarana pendorong untuk melakukan produksi.
2.     Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu.
3.     Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang daan jasa terlaksana dengan baik.
Macam-macam sistem ekonomi
Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1.     Sistem ekonomi tradisional
2.     Sistem ekonomi pasar (liberal/bebas)
3.     Sistem ekonomi komando (terpusat)
4.     Sistem ekonomi campuran
Namun seiring berkembangnya perekonomian dewasa ini,terdapat beberapa sistem lain,diantaranya :
1.     Sistem ekonomi syariah
2.     Sistem ekonomi pancasila



2. Sejarah perkembangan sistem Ekonomi di Indonesia
Indonesia mengalami masa penjajahan yang terbagi dalam beberapa periode. Ada empat negara yang pernah menduduki Indonesia, yaitu Portugis, Belanda,Inggris, dan Jepang. Portugis tidak meninggalkan jejak yang mendalam di Indonesia karena keburu diusir oleh Belanda, tapi Belanda yang kemudian berkuasa selama sekitar 350 tahun, sudah menerapkan berbagai sistem yang masih tersisa hingga kini. Untuk menganalisa sejarah perekonomian Indonesia, rasanya perlu membagi masa pendudukan Belanda menjadi beberapa periode,
Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) pada tahun 1620
Untuk mempermudah aksinya di Hindia Belanda, VOC diberi hak Octrooi(hak memonopoli pelayaran dan perdagangan), yang antara lain meliputi :
1.     Hak mencetak uang
2.     Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai
3.     Hak untuk menyatakan perang dan damai
4.     Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri
5.     Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja
Pada tahun 1795,VOC bubar karena dianggap gagal dalam mengeksplorasi kekayaan Hindia Belanda. Kegagalan itu nampak pada defisitnya kas VOC.
Adanya Cultuurstelstel
Cultuurstelstel(sistem tanam paksa) mulai diberlakukan pada tahun 1836 atas inisiatif Van Den Bosch.Tujuannya adalah untuk memproduksi berbagai komoditi yang ada permintaannya di pasaran dunia.
Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950)
Pada Masa Orde Baru
Keadaan ekonomi dalam hal keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh :
Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang.
Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
a)Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950, untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.

b)Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menunbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi.

c)Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.

d)Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi.
Dan Indonesia pun pernah memakai sistem ekonomi demokrasi terpimpin pada yahun (1959- 1967)
Sistem ekonomi yang saat ini diterapkan di Indonesia, lebih condong pada sistem ekonomi liberal atau kapitalis”